PELAJARAN BAHASA INDONESIA

HURUF FONEM
Fonem adalah : merupakan kesatuan bunyi bahasa yang terkecil, sedangkan fungsinya adalah sebagai pembeda makna secara garis besar fonem terbagi dua macam, yaitu yang disebut dengan vokal dan konsonan.
a. Vokal.
Vokal adalah merupakan bunyi yang dihasilkan dengan tanpa hambatan yait pada waktu udara keluar dari paru-paru melalui rongga mulut tanpa mengalami rintangan.
b. Konsonan
Konsona adalah merupakan bunyi bahasa yang dihasilkan dengan mendapat hambatan, yaitu udara yang keluar dari paru-paru mengalami rintangan.
Konsonan dapat dibedakan menjadi 4 yaitu :
- menurut jalannya udara yang keluar dari paru-par.
- Menurut bergetar dan tidaknya pita suara.
- Menurut hambatannya.
- Menurut titik artikulasinya..
Untuk menentukan banyaknya fonem pada suatu kata kita berpedoman pada huruf-huruf yang berdiri sendiri sebagai suatu lambang fonem, ada fonem yang dilambangkan dengan satu huruf, ada pula yang dilambangkan dengan dua huruf.

MORFEM DALAM BAHASA INDONESIA
Morfem adalah satuan bentuk bahasa terkecil yang mempunyai makna dan tidak dapat dibagi atas bagian bermakna yang lebih kecil.
Contoh : Pemuda-pemuda yang jangkung belum berkesempatan mandi.
A. Morfem, morf dan alormof.
Morfem : bentuk-bentuk berulang yang paling kecil beserta artinya.
Morf : Variasi bentuk yang merupakan realisasi dari morfem tertentu.
Olormof : Morf merupakan variasi bnetuk suatu morfem.
B. Morfem terikat.
Morfem terikat ( Bound morpheme ) yaitu potensi untuk berdiri sendiri dan yang selalu terikat dengan morfem lain untuk membentuk ujaran
Contoh : dan ber- me, ,kan, dan sebagainya.
C. Morfem bebas.
Morfem bebas yaitu mofem yang secara potensial dapat berdiri sendiri dalam suatu bangun kalimat.
Morfem mungkin merupakan keseluruhan kata / merupakan bagian daru suat, karena kata itu berdasarkan bentuknya terbagi menjadi kata dasar, berimbuhan, kata ulang dan majemuk.

PENULISAN HURUF
A. Huruf Kapital atau Huruf Besar.
- Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
- Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
- Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama dalam unkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, kitab suci.
- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar, kehormatan, keturunan dan keagamaan.
- Huruf kapital dip[akai sebagai huruf pertama unsure nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku dan bahasa.
- Huruf kapital dipaki sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintahan, dan ketatanegaraan serta nama dokumen resmi.
- Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsure singkatan, nama gelar, pangkat dan jabatan.

PENGGUNAAN HURUF KAPITAL
A. Huruf kapital atau huruf besar digunakan untuk :
- Huruf pertama kata awala kalimat.” Ini buku “
- Huruf pertama kata yang berkenaan dalam agama, kitab suci, nama Tuhan, termasuk kata ganti.
- Huruf pertama kata petikan langsung.
- Huruf pertama kata yang menyatakan gelar atau keturunan.
- Huruf pertama nama jabatan yang diikuti nama orang.
- Sebagai huruf pertama unsure-unsur nama orang.
- Huruf pertama yang menyatakan nama bangsa.
- Huruf pertama nama tahun, nama bulan,/ hari dan peristiwa bersejarah.
- Huruf pertama kata yang menyatakan geografi.
- Huruf pertama kata-kata yang menjadi nama buku, majalah, surat kabar, judul karangan.
- Huruf pertama istilah kekerabatan seperti bapak, ibu, adik, dan saudara.
- Dalam singkatan kata yang menyatakan unsur nama gelar, nama pengkat dan istilah sapaan.

1. Penggunaan huruf kecil
Huruf kecil digunakan pada posisi-posisi yang tidak menggunakan huruf besar.
2. Penggunaan huruf miring.
Huruf miring digunakan dalam cetakan, dalam tulisan tangan atau ketikan yang akan dicetak miring, diberi garis bawah tunggal.
Huruf miring digunakan untuk :
1. Menuliskan nama buku, nama majalah, nama surat kabar yang dikutip dalam karangan.
2. Menegaskan atau mengkhususkan huruf, bagian kata, atau kelompok kata.
3. Menuliskan istilah ilmiah, atau ungkapan asing, kecuali yang sudah disesuaikan ejaannya.

PENULISAN TANDA BACA
 Tanda titik ( . )
Tanda titik ( . ) dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan seruan.
 Tanda koma ( , )
Tanda koma dipakai diantara unsure-unsur dalam suatu perincian
 Tanda titik koma ( ; )
Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat..
 Tanda titik dua ( : )
Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian atau pemeriaan.
 Tanda hubung ( - ).
Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.
 Tanda pisah ( - ).
Tanda pisah membatasi penyisipan atau kalimat yang memberi penjelasan khusus diluar bangun kalimat.
 Tanda tanya ( ? ).
Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.
 Tanda seru ( ! ) .
Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan seruan atau,
 Tanda kurung ( ( ) ).
Tanda kurung untuk mengapit tambahan keterangan.
 Tanda petik ( “ . . . “ ).
Tanda petik untuk mengapit langsung pembicaraan, naskah, dan sebagainya.

PENGGUNAAN TANDA BACA
Tanda baca adalah tanda-tanda yang digunakan didalam bahasa tulisan, agar kalimat-kalimat yang kita tulis dapat dipahami orang seperti yang kita maksud.
1. Penggunaan tanda petik tunggal ( ‘. . . ‘ ).
- untuk mengapit petikan yang terdapat didalam petikan lain.
2. Penggunaan tanda garis miring ( / )
- yaitu digunakan dalam permohonan kode surat.
3. Penggunaan tanda penyingkat ( ‘ ).
- Digunaka sebagai tanda adanya penghilang bagian kata.
4. Penggunaan tanda ulang ( . . . 2 )
- Dapat digunakan dalam tulisan cepat, catatan rapat, didalam karangan-karangan / tulisan-tulisan yang sifatnya tidak resmi
5. Tanda elipsis ( . . . ).
- Untuk menunjukkan adanya bagian-bagian kalimat yang dihilangkan
6. Tanda kurung siku ( [. . . ] )
- Untuk mengapit huruf kata ataua kelompok kata sebagai korelasi / tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang lain.

PENULISAN KATA
Penulisan kata terbagi menjadi beberapa yaitu sebagai beikut :
1 Kata dasar
Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan.
Contoh : Bukui iti sangat tebal.
2. Kata turunan
- Imbuhan ( awalan, sisipan, akhiran ).
- Kalau bentuk dasarnya berupa gabungan kata awalan atau akhiran ditulis serapan dengan kata yang langsung mengikat atau mendahuluinya.
- Gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus.
3. Bentuk ulang
Bentuk ualng ditulis secara lengkap dengan menggunakan tandahbung.
Contoh : Anak-anak.
4. Gabungan kata
- Kata majemuk.
5. Kata ganti ku, kau, mu dan nya.
6. Kata depan di, ke dan dari.
7. Kata si dan sang.
Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya.
Misal : Harimau itu marah sekali kepada sang kancil.
8. Partikel.
- Partikel lah, kah dan tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya.
- Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahulunya.
- Partikel per yang berarti “ mulai, demi “, dan tiap ditulis terpisah.

PENULISAN UNSUR SERAPAN
Bardasarkan taraf integritasnya, unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat digolongkan menjadi dua golongan besar yaitu :
 Unsur-unsur asing yang belum sepenuhnya terserap kedalam bahasa Indonesia dan cara pengucapannya masih tetap mengikuti cara asing.
 Unsur-unsur asing yang mengucapkan serat penulisannya sudah disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Contoh :
unsur serapan yang seperti berikut ini :
aa ( Belanda ) menjadi a
paal pal
candidat kandidat
oe ( Yunani ) menjadi e
oenology enologi
oestrogen estrogen.
oo, ( Inggris )
cartoon karton.
Pool pul
Catatan :
- Unsur-unsur yang sudah diserap kedalam bahasa Indonesi dan lazim dieja secara Indonesia tidak perlu diubah ejaannya.
- Sekalipun dalam ejaan ini huruf Q dan X diterima sebagai bagian abjad bahasa Indonesia.

PENULISAN VERBA
 Ciri-ciri verba.
- Verba berfungsi utama sebagai prediket atau sebagai inti prediketnya dalam kalimat.
Contoh : Pencuri itu lari
- Verba mengandung makna dasar perbuatan ( aksi ) proses.
- Verba khususnya makna keadaan, tidak dapat diberi prefiks ter yang berarti “ paling “.
 verba dilihat dari segi bentuknya
 Verba asal yaitu verba yang dapat berdiri sendiri tanpa afiks dalam kontek sintaksis.
Contoh : Mandi, pergi, tidur, turun, dan lain-lain.
 Verba turunan yaitu verba yang harus memakai afiks, bergantung pada tingkat keformalan bahasa dan atau pada posisi sintaksisnya. Ada beberapa bentuk verba turunan yaitu :
- Dasar bebas, afiks wajib.
Contoh : Menadarat, melebar, mongering, membesar, berlayar, bersepeda.
- Dasar bebas, afiks manasuka.
Contoh : ( mem ) baca, mem ( beli ), ( meng ) ambil.
- Dasar terikat, afiks wajib.
Contoh : Bertemu, bersua, menemukan..
- Reduplikasi.
Contoh ; Berjalan-jalan, makul-makul.
- Majemuk
Contoh : Naik haji, campur tangan.

PENULISAN NOMINA
 Pengertian nomina
Nomina adalah kategori yang secara sintaktis tidak mempunyai potensi untuk bergabung dengan pertikel “ tidak “ mempunyai potensi untuk didahului oleh partikel “ dari “.
 Bentuk-bentuk nomina
- Nomina dasar ( batu, kertas, udara, ketela, sirop, barat, kemarin )
- Nomina turunan.
- Nomina paduan leksen ( daya juang loncat indah)..
- Nomina paduan leksen, gabungan ( pengambil alihan ).
 Subkategorisasi nomina.
- Nomina tak bernyawa dan tak bernyawa.
• Nnomina bernyawa.
 Nomina persona.
 Flora dan fauna.
• Nomina tak bernyawa.
 Nama lembaga ( DPR< MPR< UUD )
 Konsep geografi ( Bali, Jawa dan lain-lain).
 Waktu.
Nama bahasa
- Nomina terbilang dan tak terbilang.
- Nomina kolektif dan bukan kolektif
 Pemakaian nomina.
- Penggolongan benda ( bahu, batang, bentuk, dan lain-lain ).
- Tempat dan arah ( kanan, kiri, belakang dan lain-lain )
- Tiruan bunyi ( aum kerang-kring dan sebagainya )
- Makian ( monyet, bangsat )
- Sapaan.
PENULISAN NUMERALIA
Numeralia adalah satu kelas kata penuh yang menyatakan pengertian bilangan atau yang mempunyai hubungan dengan urutan bilangan sesuai dengan sifat-sifat semantic dan gramatikalnya, numeralia dapat dibagi menjadi dua tipe yaitu :
 Numeralia kuantitatif yaitu yang menyebutkan jumlah benda.
Numeralia ini dapat dibagi lagi menjadi 6 sub kelas menurut ciri-ciri semantic dan gramatikalnya :
- Numeralia pokok yaitu numeralia yang menyebutkan bilangan bulat dalam bahasa Indonesia
- Numeralia himpunan, yaitu numeralia yang dibentuk dari numeralia pokok .
- Numeralia keterangan, numeralia ini dibangun dengan bantuan awal verba ber.
- Numeralia pisah yaitu numeralia yang menyebutkan banyaknya benda
- Numeralia pembulat merupakan numeralia istimewa untuk menyatakan bialangan benar yang dibulatkan sampai puluhan, ratusan, ribuan, jutaan dan sebagainya.
- Numeralia pecahan, numeralia ini dibentuk dengan jalan menyambungkan awalan per- pada numeralia pokok.
 Numeralia urutan ( ordinal ).
Numeralia urutan menyatakan hubungan benda terhadap rentetan bilangan yakni tempat benda menurut perhitungannya.

PENULISAN ADJEKTIVA
Adjektiva adalah suatu kata yang menrangkan sifat suatu objek. Ciri-ciri adjektiva adalah :
1. Yang diiringi dengan kata sangat dan lebih.
Contoh : Rumah itu sangat bagus.
2. Yang diriingi dengan kata sangat dan lebih.
Contoh : Sehabis bangun ia langsung mandi.
3. Yang dibentuk menjadi nomina dengan konfiks ke . . . an
Contoh : Jangan lari dari kenyataan.
4. Yang berciri morfologi – I
Contoh : Hidup didunia initidak akan pernah abadi.
5. Yangbercirikan morfologis – if
Contoh : Alternatif, negatif, kolektif.

Jenis-jenis adjektiva :
a. Adjektiva dasar.
- Yang dapat diuji dengan kata sangat, lebih misalnya
- Yang tidak dapat diuji dengan kata ,sangat, lebih.
b. Adjektiva turunan.
- Adjektiva turunan berafiks.
- Adjektiva turunan berduplikasi.
- Adjektiva berafiks ke-an.
- Adjektiva berafiks i.
- Adjektiva yang berasal dari berbagai kelas dengan proses-proses.

ADVERBIA
1. Pengertian adverbia.
Adverbia adalah kategori yang dapat mendampingi adjektiva, numeralia, atau proposisi dalam kontruksi sintaksis.
Adverbia bisa ditemui dalam bentuk dasar dan dalam bentuk turunan, bentuk turunan itu terwujud dalam melalui afiksasi, reduplikasi, gabungan proses, dan morfem.
- Adverbia dasar bebas.
- Adverbia turunan.
- Adverbia yang terjadi dari gabungan kategori lain dan pronominal.
- Adverbia deverbal.
- Adverbia de-adjektiva gabungan.
- Gabungan proses.
2. Subkategorisasi
- Adverbia intraklausal yang berkontruksi dengan verba adjektiva, numeralia, atau adverbia lain.
- Adverbia ekstraklausal untuk mempunyai kemungkinan untuk berpindah-pindah posisi dan secara semantic mengungkapkan prihal atau tingkat proposisi secara keseluruhan.
3. Pemakaian adverbia.
Adverbia dalam bahasa Indonesia di gunakan untuk menrangkan aspek modalitas, kuantitas, dan kualitas dari kategori verbal, adjektiva, numeralia, dan adverbia lainnya.

PEMAKAIAN KATA TUGAS
A. Di / yang / hal / untuk / dari mana.
Pemakaian kata tugas seperti : dimana, yang mana, hal mana, untuk mana, dan dari mana sebagai kata penghubung. Pemakaian kata tugas sebagai kata penghubung dalam bahasa Indonesia baku lazim digunakan malainkan sebagai kata ganti tanya.
B. Tentang, mengenai.
Kata tugas tentang, mengenai biasanya dipakai setelah kata kerja seperti membahas, mengemukakan, membicarakan, menelaah.
Contoh :
- Peserta seminar itu membahas mengenai masalah pembinaan perpustakaan disekolah..
Kata membahas dan meneliti adalah kata kerja transitif, oleh karena itu kata kerja tersebut diatas tidak boleh diikuti kata tugas tentang atau mengenai.
C. Dari pada, dari.
Dalam berbagai pidato, ceramah, wawancara kata tugas dari pada, dari biasanya atau sering digiunakan namun pengggunaannya tidak selalu benar. Dengan kata lain tidak sesuai dengan kaidah kata bahasa Indonesia.

POLA STRUKTUR KALIMAT
Pola struktur kalimat adalah aturan-aturan yang menjadi pedoman untuk menyusun suatu kalimat. Pola kalimat tersusun berdasarkan jabatan-jabatan dalam kalimat.
Pola kalimat dalam bahasa Indonesia di bagi menjadi :
 Pola utama.
Pola utama adalah semua bentuk pola kalimat yang belum mengalami perkembangan dan variasi.
- Subjek prediket ( SP ).
- Subjek prediket objek ( SPO ).
- Subjek prediket keterangan ( SPK ).
- Subjek prediket objek keterangan ( SPOK ).
 Pola tambahan..
Pola tambahan adalah semua bentuk kalimat yang merupakan hasil pengembangan dari pola utama.
- subjek ( S ).
- Prediket ( P ).
- Objek ( O ).
- Keterangan ( K ).
- Prediket subjek ( PS ).
- Subjek prediket objek ( SPO ).
- Keterangan subjek prediket ( KSP ).
- Subjek keterangan prediket ( SKP ).
- Prediket keteranan subjek ( PKS )
- P
- rediket objek keterangan ( SPOK ).

POLA STRUKTUR KAIMAT
 Pengertian kaliamat.
Kalimat adalah kesatuan bahasa yang di dahului dan diakhiri oleh kesepan dan susunan kata, sedangkan pola kalimat aturan-aturan yang menjadi pedoman untuk menyusun suatu kalimat.
Pola kalimat dalam bahasa Indonesia terbagi menadi dua bagian yaitu :
- Pola utama .
Pola utama adalah semua bentk pla kalimat yang belum mengalami perkembangan dan variasi.
- Pola tambahan.
Pola tambahan adalah semua bentuk pola kalimat yang merupakan hasil pengembangan dari pola utama.
 Unsur-unsur kalimat.
Unsur kalimat dibagai menjadi dua yaitu :
- Kalimat mayor.
Sekurang-kurangnya terdiri dari SP.
- Kalimat minor.
Yang tidak mungkin dibagia atas dua bagian.
 Kalimat majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua atau lebih pola kalimat
Kalimat majemuk dapat dibagi atas :
- Kalimat majemuk rapatan.
- Kalimat majemuk setara.
- Kalimat majemuk bertingkat.

ANALISI KESALAHAN BERBAHASA
1. Kesalahan reduplikasi dan pemajemukan.
- Kesalahan reduplikasi
Contoh : Banyak pedagang-pedagang dipinggir jalan
Dari contoh diatas kata dapat menanalisis bahwa kata ulang pedagang-pedagang itu tidak tepat.
- Kesalahan pemajemukan.
Contoh : Rumah-rumah sakit.
Dari contoh diatas rumah-rumah sakit penulisannya salah.
2. Kesalahan subjek / prediket dalam kalimat
3. Kesalahan akibat bentuk bahasa dari Cina..
Contoh : Tuan punya kuda.
Contoh diatas merupakan bentuk bahasa yang berasal dari Cina.
4. Kesalahan akibat bentuk bahasa dari Jawa.
- Rumahnya Bapakku.
- Sekolahnya si Ali.
Jadi contoh diatas, penggunaannya pada kata rumah, sekolah jika dianalisis kurang tepat dan kalimat yang benar adalah
- Rumah bapakku.
- Sekolah Si Ali.

MACAM-MACAM ALENIA
a. Alinea Pembuka.
Tiap jenis karangan akan mempunyai yang membuka atau menghantar karangan itu, atau menghantar poko pikiran dalam bagian karangan itu.
b. Alinea penghubung.
Alinea penghubung adalah semua alinea yang terdapat antara alinea pembuka dan alinea penutup.
c. Alinea penutup.
Alinea penutup adalah alinea yang dimaksud untuk mengakhiri karangan atau bagian karangan, dengan kata lain alinea ini mengandung kesimpulan pendapat dari apa yang telah diuraikan dalam alinea-alinea penghubung.
Namun apapun yang menjadi topik atau dari sebuah arangan seharusnya diperhatikan agar alenia penutup tidak boleh terlalu panjang

.
PENGEMBANGAN ALENIA
Adapun beberapa metode pengembangan yang sesuai dengan dasar pengembangan aline di antara lain :
- Klimaks dan anti klimaks.
Kelimaks adalah suatu gagasan yang dperinci kedudukannya dan dianggap lebih rendah namun berangsur-angsur kegagasan yang lebih tinggi.
- Sudut pandang
Adalah seorang pengarang dapat melihat suatu barang yang dapat ditempuhkan dengan posisi tertentu.
- Perbandingan dan pertentangan.
Adalah suatu cara pengrang dapat menunjukkan kesamaan pendapat atau perbedaan antara gagasan-gagasan tertentu.
- Analogi.
Ini merupakan perbandingan dari dua hal yang bebeda.
- Contoh.
- Proses.
Merupakan tindakan / perbuatan untuk menghasilkan urutan dari sesuatu kejadian / pristiwa.
- Sebab-akibat
- Umum khusus.
- Klasifikasi.
- Definisi luas.
- Perkembangan dari kepaduan antar alinea.

TEMA KARANGAN
1. Pengertian tema.
Tema adalah sesuatu yang telah diuraikan atau sesuatu yang telah ditempatkan.
2. Memilih topik
- Narasi.
Adalah untuk mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian secara kronologis.
- Deskripsi.
Adalah untuk menggambarkan sesuatu hal sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
- Eksposisi.
Adalah defenisi yang luas untuk menjelaskan suatu istilah.
- Argumentasi.
Argumentasi sebenarnya termasuk dalam eksposisi, hanya sifatnya yang jauh lebih sulit dengan mengajukan pembuktian.

KERANGKA KARANGAN
A. Pengertian kerangka karangan
Kerangka karangan adalah suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan digarap.
1. Manfaat kerangka karangan.
- Untuk menyusun karangan secara teratur secara teratur.
- Memudahkan penulis menciftakan klimaks yang berbeda-beda
- Menghindari penggarap sebuah topik sampai dua kali atau lebih.
- Memudahkan penulis untuk mencari materi pembantu.
2. Penyusunan kerangka karangan.
Suatu kerangka karangan yang baik tidak sekali dibuat selalu akan berusaha menyempurnakan bentuk yang pertama.
3. Pola susunan kerangka karangan.
Untuk memperoleh suatu susunan yang baik biasnya dipergunakan beberapa cara atau tipe susunan. Pola susunan yang paling utama adalah peralamiah dan pola logis.
4. Macam-macam kerangka karangan.
- Berdasarkan sifat perinciannya.
- Berdasarkan perumusan teksnya.
5. Penerapan penyusunan.
Yait untuk memilih topik sesuai dengan kemampuan kita.
6. Syarat-syarat kerangka yang baik.
- Tesis atau pengungkapan maksud harus jelas.
- Tiap dalam kerangka karangan hanya mengandung satu gagasan.
- Pokok-pokok dalam karangan harus disusun secara logis.
- Harus mempergunakan pasangan symbol yang konsisten.

TEHNIK PENGUMPULAN DATA
1. Penggunaan angket.
Angket adalah seperangkat pertanyaan tertulis yang dikimkan kepada responden.
2. Penggunaan wawancara. ( interview )
Ada dua pedoman wawancara yaitu :
- Yang tersusun.
- Yang tidak tersusu.
3. Penggunaan pengamatan ( observasi )
Ditinjau daripencatatannya, pengamatan ada 4 macam yaitu :
- Pencatatan dengan jangka waktu.
- Pencatatan perhitungan.
- Pencacatan dengan interval.
- Pengamatan dengan terus menerus.
4. Penggunaan metode dokumentasi.
Dalam kita menggunakan metode dokumentasi dapat digali, dicacahkan, dikumpulkan dengan menggunakan daftar ataupun pedoman dokumentasi seperti halnya pengamatan.
5. Penggunaan tes
Ada beberapa macam bentuk tes yaitu :
- Tes prestasi belajar.
- Tes kemampuan
- Tes bakat
- Tes kepribadian
- Tes minat.
- Tes sikap.

KUTIPAN ( CATATAN KAKI )
1. Pengertian
Kutipan ( Catatan kaki ) adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan.
2. Tujuan catatan kaki.
- Untuk menyusun pembuktian.
- Menyatakan utang budi.
- Menyampaikan keterangan tambahan.
- Merujuk bagian lain dari teks.
3. Prinsip membuat catatan kaki
- Hubungan cacatan kaki dengan teks.
- Nomor urut penunjukkan.
- Tekhnik pembuatan cacatan kaki.
4. Jenis catatan kaki.
- penunjuk sumber.
- Catata penjelas.
- Gabungan sumber dan penjelas.
5. Cara membuat catatan kaki
- Artikel pada artikel harian.
Contoh : Tajuk rencana dalam kompas, 19 Januari 1973. hal, 4.
- Resensi kepada buku dengan seorang pengarang
Contoh : F Greaebner, emologi in die Gegenwari ( leipizng 1923 ), hal 544.

PENULISAN DAFTAR PUSTAKA
 Pengertian bibliografi.
Bibliografi ( Daftar pustaka ) adalah sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel-artikel dan bahan-bahan penerbitan lainnya.
Poko yang paling penting yang dimasukkan dalam sebuah bibliografi adalah :
- Nama pengarang, yangdikutip secara lengkap.
- Judul buku, termasuk judul tambahannya,
- Data ( publikasi ).
- Untuk sebuah artikel diperlukan pulajudul artikel yang bersangkutan, nama, majalah, jilid, nomor dan tahun.
 Penyusunan bibliografi.
Cara penyusunan bibliografi adalah sebagai berikut :
- Harus berurutan
- Kalau pengarangnya tidak ada maka yang dimasukkkan adalah selain dari itu.
- Apabila pengarangnya banyak maka yang dimasukkan adalah satu saja.
- Menggunakan jarak satu spasi.
- Harus melihat ketentuan yang diberikan apabila ingin membuat sebuah resensi.

KONVENSI NASKAH
Yang dimaksud dengan konvensi naskah adalah sebuah karya ilmiah yang formal yang memerlukan persyaratan-persyaratan tetentu.
Pokok-pokok yang terpenting dari konvensi naskah yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
- ukuran kertas.
Ukuran kertas ini yaitu kertas HVS putih, 8,5 x 11 inci ( kira-kira 21,5 x 28 Cm ). Serta warna dan ukurannya juga harus sama.
- Mesin tulis.
Untuk tabel-tabel atau keperluan khusus dapat dipergunakan mesin tulis berhuruf kecil atau disebut elit.
- Pita dan karbon.
Pita dan karbon ini ada yang bagus dan ada juga yang buruk.
- Margin
Margin ini dia standar untuk naskah-naskah formal adalah sebelah kiri 4 cm, kanan 2,5 cm, atas 4 cm, dan bawah 2,5 cm.
- Pemisahan suku kata.
Pemisahan suku kata ini berdasarkan suku-suku kata yang memungkinkan.

KONVENSI NASKAH
 Spasi.
Spasi adalah untuk memisahkan antara baris dengan baris
 Nomor halaman.
Nomor halaman ini bisa diletakkan dibawah dan diatas, baik itu disebelah kiri maupun kanan.
 Judul.
Judul secara sistematis yaitu sebelah kiri dan kanan dari tengah halaman harus sama panjang.
 Huruf miring.
Huruf miring ini biasanya dinyatakan dengan garis bawah pada kata atau kalimat yang bersangkutan.
 Penulisan angka.
Ada beberapa hal yang khusus yang harus mengikuti konvensi tertentu, hal-hal yang khusus tersebut adalah :
- Tidak boleh ada angka yang mengawali sebuah kalimat.
- Bialangan pecahan biasanya ditulis dengan huruf.
- Untuk menyatakan presentase tetap dipergunakan angka.
- Untuk menyatakan penanggalan.

LAPORAN
1. Pengertian laporan.
Laporan adalah unsure yang paling terpenting, terutama dalam menyusun kebijaksanaa-kebijaksanaan.
2. Dasar-dasar laporan.
Dasar-dasar laporan antara lain :
- Pemberian laporan.
- Penerima laporan.
- Tujuan laporan.
3. Sifat-sifat laporan.
- Harus baik.
- Harus ditulis.
- Harus jelas.
- Mengandung pengertian yang tepat bukan kesan atau sugesti.
4. Macam-macam laporan.
- Laporan laboratories.
- Laporan berkala.
- Laporan bentuk memorandum.
5. Struktur laporan formal.
- Halaman judul .
- Surat penyerahan.
- Daftar isi.
6. Bahasa sebuah laporan.
- Bahasa yang baik.
- Jelas.
- Teratur.
7. Laporan buku.
8. Penutup.
USUL
 Pengertian usul.
Yang dimaksud dengan usul adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan.
 Sifat dan jenis usul.
Sifat dan jenis usul ini sebaiknya berdasarkan atas sesuatu yang telah dusulkan, penulis usul harus merangkaikannya dengan sedemikian rupa.
 Usul non-formal.
Terlepas dari bentuk mana yang akan dipergunakan, sebuah usul non formal, selalu harus mengandung hal-hal sebagai berikut :
- Masalah.
- Saran pemecahan.
- Permohonan
 Usul formal.
- Bagian pendahuluan.
- Isi usul.
- Bagian pelengkap penutup.

RINGKASAN DAN IHTISAR
 Pengertian ringkasan dan ikhtisar.
Ringkasan ( précis ) adalah suatu karangan yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat.
Contoh : Anak itu menangis-nangis setiap pagi karena sering dipukul sama ibunya
 Tujuan membuat ringkasan.
- Memahami isi sebuah buku atau karangan.
- Mengetahui isi sebuah buku atau karangan.
 Cara membuat ringkasan.
- Membaca naskah asli.
- Mencatat gagasan utama.
Ketentuan tambahan
 Penerapan ringkasan.
Penerapan ringkasan ini sudah dijelaskanh bagan-bagan diatas, jadi lihat saja contoh dibawah ini :
Contoh : Tugas buatlah sebuah ringkasan menjadi, kira-kira seperlima dari karangan.

RESENSI BUKU

 Pengertian resensi.
Resensi adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku. Tujuan resensi adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku ataukarya itu patut mendapat sambutan atau tidak.

 Dasar resensi.
- Penulis resensi harus mamahami sepenuhnya tujuan dari pengarang aslinya.
- Ia harus menyadari sepenuhnya apa maksudnya membuat resensi itu.

 Sasaran-sasaran resensi.
sasaran penilaian sebuah buku atau karya adalah :
- Latara belakang.
- Macam atau jenis buku.
- Keunggulan buku
 Nilai buku.
Nilai sebuah buku akan lebih jelas bila dibandingkan dengan karya-karya lainnya. Baik yang ditulis oleh pengarang itu sendiri maupun yang ditulis oleh pengarang-pengrang lainnya.
 Penerapannya.
Dengan tidak mengabaikan kemungkinan variasi membuat resensi atas sebuah buku atau hasil karya seni lainnya.

PENYAJIAN LISAN
 Penyajian Lisan.
Ada beberapa pokok yang harus diperhatikan dalam penyajian lisan, yaitu :
- Penyajian pada kelompok kecil.
Gerak – gerik
Tehnik bicara
Transisi
Alat peraba.
- Penyajian pada kelompok besar.
Pembukaan
Kecepatan bicara
Artikulasi
 Persiapan penyajian Lisan.
Persiapan untuk penyajian lisan dapat dilahati melalu tiga langkah sebagai berikut :
- Meneliti masalah.
- Menyusun Uraian.
- Mengadakan latihan.
 Menentukan Maksud dan Topik.
Sering terjadi bahwa tujuan yang dinginkan pembicara mempengaruhi pula pilihan atas topik tertentu :
- Topik dan judul
- Maksud dan tujuan.

MENGANALISA SITUASI DAN PENDENGAR
 Menganalisa Situasi.
Menganalisa situasi yang mungkin ada pada waktu akan dilangsungkan presentasi oralnya, dalam menganalisa situasi ini akan muncul persoalan beriktu :
- Apa maskud hadirin semua berkumpul.
- Adat kebiasaan atau tata cara yang mengikat mereka ?
- Apakah ada acara-acara yang mendahului atau mengikuti pembicaraa itu.
- Dimana pembicaraan itu akan dilangsungkan ?
 Menganalisa Pendengar.
- data umum
- data khusus
data khusus meliputi antara lain :
Pengetahuan pendengart mengenai topik yang dibawakan.
Minat dan keinginan pendengar
Sikap pendengar
 Penyesuaian Diri
Ada beberapa penyesuain diri dalam menganalisa situasi pendengar adalah sebagai berikut :
- Penyesuaian terhadap sikap angkuh
- Penyesuain diri terhadap beberapa sikap umum.
 Penyusunan Bahan.
Ada beberapa yang harus diperhatikan dalam penyusunan bahan,yaitu harus memperhatikan cara tehnik penyusunan bahan dan menyiapkan catatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s