URGENSI MEDIA PEMBELAJARAN DALAM KBM

Catatan: Mhd. Efendi
Kuala Tungkal
Guru memegang peran yang cukup penting dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Sebab apa yang dilakukan guru akan ikut menentukan keberhasilan belajar siswa di dalam kelas. Tentu saja agar tujuan yang ingin diraih guru tercapai maka para guru harus selalu berusaha melakukan inovasi-inovasi dalam melaksanakan tugasnya. Berkaitan dengan itu, ada sejumlah kompetensi yang harus selalu dikuasai dan ditingkatkan oleh para guru berhubungan dengan tugasnya tersebut, salah satunya adalah kompetensi menggunakan media pembelajaran.
Yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah sejumlah alat bantu, bahan, simulasi atau program yang digunakan dalam KBM untuk memperlancar keberhasilan belajar. Bersumber kepada definisi tadi tentu saja yang namanya media (alat) pembelajaran ini telah banyak dikenal oleh para pengajar. Media pembelajaran seperti peta, diagram, poster, globe, maket, Realia alias contoh mahkluk sebenarnya, majalah, booklet. Demikian pula film, Chalk Board, Audio Tape, flip chart, OHP, radio, film loof, komputer, televisi, video tipe, memang sudah tak asing lagi bagi para guru.

Walaupun demikian, karena berbagai alasan,keberadaan alat tersebut di sekolah belum digunakan secara optimal, bahkan media pembelajaran yang ada pun terkadang jarang dimanfaatkan. Para guru cenderung banyak menggunakan metode ceramah yang dianggapnya lebih praktis.
Melihat kondisi demikian, ada beberapa sekolah yang berinisiatif mendorong para gurunya supaya memanfaatkan media pembelajaran yang dimiliki sekolah secara maksimal. Seorang Kepala SMA sempat membagi pengalamannya kepada penulis bahwa untuk merangsang para guru menggunakan media pembelajaran termasuk bidang teknologi informasi ( TI ) di sekolahnya maka setiap guru yang memakai media pembelajaran diberi insentif dari sekolah. Dengan adanya kebijakan seperti itu para guru terpacu melaksanakan proses belajar mengajarnya serta bersungguh-sungguh menggunakan media pembelajaran yang dimiliki sekolah.

Para pakar teknologi pendidikan mengungkapkan bahwa kepiawaian guru menggunakan metode mengajar yang tepat serta didukung oleh kompetensi guru memanfaatkan media pembelajaran yang pas, ikut memberi kontribusi terhadap peningkatan efektivitas mengajar para guru dan juga berguna bagi siswa . Menurut mereka ada sejumlah manfaat yang dipetik pada saat menggunaan media pembelajaran antar lain; Pertama membantu kemudahan mengajar bagi guru.Kedua,melalui alat bantu pengajar menjelaskan konsep/tema pelajaran yang abstrak dapat diwujudkan dalam bentuk kongkrit melalui contoh,model.Ketiga,kegiatan belajar mengajar tidak membosankan atau tidak monoton.Keempat,segala indra dapat diaktifkan dan turut berdialog/berproses. Kelima, kelemahan satu indra misalnya mata atau pendengaran dapat diimbangi oleh indra lainya. Keenam,lebih menarik minat dan kesenangan siswa serta memberikan variasi cara belajar siswa serta Ketujuh,membantu mendekatkan dunia teori dengan realita yang sesunguhnya.

Masih ada paedah lainnya, yang bisa diperoleh para siswa saat mengikuti pelajaran dari guru yang melaksanakan tugasnya dengan memakai media pembelajaran sesuai metode yang diajarkan guru yakni materi palajaran dapat dikuasai lebih banyak serta bisa diingat lebih lama .

Hal tersebut tampak dalam penjelasan berikut ini. Seperti yang telah kita ketahui bahwa siswa menerima pelajaran atau pengetahuan itu melalui panca indra. Yakni mata melihat, telinga mendengar, tangan meraba, hidung mencium, dan mulut mengecap. Bila dinyatakan dengan persentase, maka potensi panca indra siswa yang terpusat pada pelajaran pada saat siswa mengikuti KBM melalui penglihatan sekitar 75%, melalui pendengaran 13 %, melalui perabaan 6%, melaui perasaan 6% dan melalui penciuman 3%. Dari gambaran tersebut tampak jelas bahwa hampir tiga perempatnya 75% dari mata pelajaran atau pengetahuan diterima oleh siswa melalui penglihatan.Sedangkan yang melalui pendengaran hanya 13 % saja. Dengan demikian pelajaran yang disertai media pengajaran termasuk alat peraga akan memperoleh hasil yang jauh lebih baik ketimbang pelajaran yang hanya menggunakan metoda ceramah saja.

Selanjutnya, sebuah kajian yang dilakukan oleh Tatang dan Handa tentang perbandingan efektivitas dari hasil pengajaran yang hanya memungsikan pendengaran saja dengan kombinasi belajar yang mengkombinasikan pendengaran dan penglihatan, menunjukan bahwa pelajaran yang diterima melalui pendengaran/pembicaraan; 3 jam kemudian yang dapat diingat kembali 70%, dan 3 hari kemudian hanya akan diingat 10% saja. Sementara itu pelajaran/pengetahuan yang diterima melalui penglihatan dan pendengaran menunjukan 3 jam kemudian siswa dapat mngingat kembali 85% dan 3hari kemudian siswa masih mampu mengingat sekitar 65 %.

Dari fakta tersebut di atas,bisa disimpulkan bahwa pengajaran yang mengandalkan ceramah saja akan mudah dilupakan siswa, karena setelah 3 hari hanya 10 % saja yang masih diingat. Sedangkan pengajaran yang mengkombinasikan pendengaran dan penglihatan yakni menggunakan metoda ceramah yang dibantu oleh media pengajaran maka dalam 3 hari usai mengikuti pelajaran yang masih diingat pelajar sekitar 65 % dari bahan pelajaran yang disajikan.

Berangkat dari paparan di atas , maka sudah selayaknya para pengajar tetap berupaya meningkatkan kompetensinya dalam menggunakan dan memanfaatkan media pengajaran untuk mendukung tugasnya melaksanakan KBM.Karena terbukti dengan jelas bahwa media pengajaran yang di gunakan guru memiliki peran yang cukup urgen dalam membantu meningkatkan kemampuan pelajar dalam memahami dan mengingat materi pelajaran yang disajikan para guru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s