Empat Langkah Perencanaan Belajar Mengajar

FAKULTAS TARBIYAH MENJADI PENYELENGGARA PENDIDIKAN PROFESI GURU

Perkembangan masyarakat yang begitu cepat, berdampak pada tuntutan hidup manusia modern yang cenderung berubah. Pendidikan pun mengalami perubahan. Guru yang dulu hanya mengajar sesuai dengan apa yang ada dalam kurikulum, sudah harus bergeser ke arah guru inspiratif yang mengajar dengan kemampuan maksimum dari potensi peserta didik. Guru yang berorientasi kurikulum bagus, guru inspiratif lebih bagus lagi. Kenyataan tidak seperti yang diharapkan, guru cenderung mengajar sesuai dengan kemampuan minimal, yakni sebatas pelaksanaan apa yang ada pada kurikulum, strategi dan metode yang digunakan minimal, serta evaluasinya juga minimal. Perguruan Tinggi sebagai wahana modernisasi dan pengembangan ilmu pengetahuan serta teknologi, diharapkan dapat memenuhi fungsi dan tanggung jawabnya. Melalui perguruan tinggi, masyarakat diharapkan dapat berkembang untuk mencapai kemajuan dan memperoleh kualitas hidup yang baik, guru tidak lagi melakukan pembelajaran dengam kemampuan minimal tetapi lebih kepada bagaimana membawa peserta didiknya memperoleh pemikiran dan kemampuan yang maksimal melalui guru yang profesional dan bersertifikat. Dengan kata lain, guru tersebut memiliki kemampuan pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial, sebagaimana diamanatkan oleh UU sisdiknas nomor 20 tahun 2003.
Guna merespon kebijakan pemerintah dan perkembangan masyarakat, Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memandang penting untuk dapat berpartisipasi aktif dalam membantu mengatasi persoalan pendidikan bangsa melalui penyelenggaraan program Sertifikasi Guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan. Program sertifikasi bagi guru dalam jabatan dapat ditempuh melalui dua jalur: penilaian portofolio dan pendidikan. Karena dalam jalur penilaian portofolio peserta dibatasi dalam jumlah tertentu maka jalur pendidikan memainkan peran yang signifikan, khususnya dalam proses percepatan penyelenggaraan sertifikasi. Dalam konteks kedaerahan, percepatan ini penting mengingat Jawa Tengah dan DI Yogyakarta secara umum adalah daerah-daerah yang termasuk paling banyak memiliki guru di Indonesia. Karena itu, sertifikasi melalui jalur pendidikan ini juga sekaligus menjadi akselerator bagi peningkatan SDM guru dan mutu pendidikan di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Secara umum, program pendidikan profesi ini bertujuan membekali para guru bidang studi agar sanggup menghadapi uji kompetensi guru melalui jalur pendidikan.
Pendidikan profesi guru merupakan wahana untuk meng-upgrade kompetensi guru yang dilaksanakan dalam rentang waktu 1 tahun atau selama dua (2) semester di mana satu semester membutuhkan enam (6) bulan masa belajar. Pendidikan selama satu tahun ini terbuka untuk sarjana kependidikan dan nonkependidikan, serta lulusannya akan mendapat sertifikat sebagai bukti guru profesional. Sistem pembelajaran tersusun dalam satuan SKS dengan keseluruhan beban SKS yang harus diikuti peserta program sebanyak 40 SKS. Satu SKS terdiri dari 50 menit. Sistem pembelajaran Program Pendidikan Profesi ini menekankan pengembangan kemampuan yang mempersyaratkan pemahaman konsep-konsep yang mantap dan bisa diterapkan dalam praktek.
Peserta Program Pendidikan Profesi yang dinyatakan lulus dalam semua mata kuliah dapat mengajukan program sertifikasi guru dalam jabatan melalui jalur pendidikan sehingga memiliki hak untuk mengikuti uji kompetensi. Uji kompetensi yang dimaksud terdiri dari tes akademik dan uji kinerja yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga dengan menggunakan instrumen-insstrumen berstandar nasional. Bagi peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi berhak mendapatkan Sertifikat Pendidik beserta hak-hak lain yang melekat padanya. Guru profesional, nantinya sesuai dengan Undang-Undang Guru dan Dosen, berhak mendapat tunjangan profesi dari pemerintah sebesar satu kali gaji pokok.
Pendidikan Profesi Guru (PPG) berbeda dengan model pembelajaran di S1 dan akta IV keguruan. Pendidikan profesi guru tidak untuk mencetak saintis pendidikan dan keguruan, melainkan mendidik guru siap, mahir, kompeten dalam menjalankan profesinya. Pendidikan profesi guru juga berbeda dengan diklat sertifikasi guru dalam jabatan yang hanya ditempuh dalam kurun waktu 9 hari saja, itupun diperuntukan bagi guru yang belum lolos dalam porto folio.
Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan beberapa pendidikan profesi, diantaranya : Aqidah Akhlak, SKI, Guru Agama di Pondok Pesantren, dan Guru Kelas MI. Pendidikan profesi sudah diujicobakan di sejumlah LPTK negeri dan swasta sejak 2007, termasuk di Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Saat ini sekitar 2.300 guru muda berprestasi mendapat beasiswa dari pemerintah untuk program itu.
Modus Pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka penuh waktu dengan pendekatan andragogi (pendidikan untuk orang dewasa). Pembelajaran dikembangkan secara partisipatif berangkat dari pengalaman dan pengetahuan yang telah dimiliki peserta ke arah pengalaman dan pengetahuan yang memiliki relevansi dan koherensi kompetensi seorang guru. Metode yang digunakan adalah ‘pembelajaran aktif’ atau yang disebut PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Interaktif, Komunikatif dan Menyenangkan). Adapun kegiatan perkuliahan dilakukan di kampus induk, sedangkan kegiatan PPL di sekolah mitra.

4_perencanaan_kegiatan_belajar_mengajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s