PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan masyarakat yang semakin kompleks, maka inovasi di bidang pendidikan dan pengajaran terasa semakin mendesak. Kurikulum Berbasis Kompetensi dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk inovasi pendidikan di bidang kurikulum. Munculnya KBK seiring dengan munculnya semangat reformasi pendidikan, diawali dengan munculnya kebijakan pemerintah, di antaranya Undang-undang RI. Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah daerah; serta lahirnya TAP MPR Nomor IV/MPR 1999 tentang arah kebijakan pendidikan masa depan.
Dalam mengimplementasikan berbagai kebijakan itu, maka semua komponen bangsa harus bekerja dan berperan aktiv, termasuk para guru di dalam tugasnya sebagai pendidik dan pengelola pembelajaran.
Keberhasilan pelaksanaan KBK sangat tergantung kepada guru. Mengapa demikian? Sebab guru merupakan ujun gtombak dalam proses pembelajaran. Bagaimanapun sempurnanya sebuah kurikulum tanpa didukung oleh kemampuan guru, maka kurikulum itu hanya sesuatu yang tertulis dan tidak memiliki makna. (Wina Sanjaya, 2005:13)
Dalam kaitannya dengan perencanaan pembelajaran, maka keberhasilan dalam implementasi KBK dapat dipengaruhi oleh perencanaan pembelajaran yang disusun oleh guru. Oleh sebab itu, kepiawaian guru dalam menyusun rencana pembelajaran (Instructional design) dapat menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi.
Guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap keberhasilan implementasi KBK, bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik di dalam belajar. Menurut Mulyasa (2004:185), ada beberapa hal yang harus dipahami guru dari peserta didik, di antaranya: kemampuan, potensi, minat, hobby, sikap, kepribadian, kebiasaan, catatan kesehatan, latar belakang keluarga dan kegiatannya di sekolah. Agar implementasi KBK berhasil memperhatikan perbedaan individual, maka guru perlu memperhatikan hal-hal berikut:
(1) Mengurangi metode ceramah
(2) Memberikan tugas yang berbeda bagi setiap peserta didik,
(3) Mengelompokkan peserta didikberdasarkan kemampuannya, serta disesuaikan dengan mata pelajaran,
(4) Bahan harus dimodifikasi dan diperkaya,
(5) Jangan ragu untuk berhubungan dengan specialist bila ada peserta didik yang mempunyai kelainan,
(6) Gunakan posedur yang bervariasi
(7) Ingat bahwa peserta didik tidak berkembang dalam kecepatan yang sama
(8) Setiap anak bekerja dengan kemampuannya masing-masing pada tiap pelajaran
(9) Usahakan untuk melibatakan peserta didik dalam berbagai kegiatan.
KBK adalah kurikulum yang memberikan peluang kepada guru untuk melaksanakan pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa serta kondisi daerah masing-masing. Oleh karena itu, dalam proses penyusunan perencanaan, guru dituntut agar memahami kebutuhan dan kondisi daerah setempat, di samping memahami karakteristik siswa. Melalui pemahaman itu, selanjutnya guru mendesain pembelajaran yang sesuai dengan kondisi lapangan dan kebutuhan.
Perencanaan Pembelajaran PAI
Seperti telah dijelaskan di muka bahwa perencanaan merupakan proses penyusunan sesuatu yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Pelaksanaan perencanaan tersebut dapat disusun berdasarkan kebutuhan dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan keinginan pembuat perencanaan. Namun yang lebih utama adalah perencanaan yang dibuat harus dapat dilaksanakan dengan mudah dan tepat sasaran.
Begitu pula dengan perencanaan pembelajaran, yang direncanakan harus sesuai dengan target pendidikan. Guru sebagai sumbyek dalam membuat perencanaan pembelajaran dituntut harus dapat menyusun berbagai program pengajaran sesuai pendekatan dan metode yang akan digunakan.
Sejalan dengan kebijakan pendidikan nasional yang mengarah pada desentralisasi pendidikan guna terwujudnya pemerataan hasil pendidikan yang bermutu, maka diperlukan standar kompetensi mata pelajaran yang dapat dipertanggungjawabkan dalam konteks lokal, nasional, dan global. Standar kompetensi bahan kajian itu harus dikuasai sis wa di seluruh indonesia. Dengan demikian, melalui standar kompetensi yang berdisevikikasi, keanekaragaman kemampuan daerah dapat dilayani dengan berpijak pada kompetensi umum lulusan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya guru harus mempersiapkan perangkat yang harus dilaksanakan dalam merencanakan program. Abdul Madjid (2005:92), mengutip pendapat Hidayat, mengemukakan beberapa perangkat yang harus dipersiapkan dalam perencanaan pembelajaran, antara lain:
1. Memahami kurikulum
2. Menguasai bahan pengajaran
3. Menguasai program pengajaran
4. Melaksanakan program pengajaran
5. Menilai program pengajaran dan hasil proses belajar mengajar yang telah dilaksanakan.

semoga bermanfaat, AMIN
http://orangbugis.wordpress.com/2009/05/08/perencanaan-pembelajaran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s