HYPEREMESIS GRAVIDARUM

HYPEREMESIS GRAVIDARUM

Pengertian
Seorang ibu memuntahkan segala apa yang dimakan dan diminum hingga berat badan sangat turun , turgor kulit turun, diurese kurang, dan timbul aceton dalam air kencing.
Etiologi
Pada tubuh wanita hamil terjadi perubahan – perubahan yang cukup besar yang mungkin merusak kesimbangan didalam tubuh .misalnya yang dapat menyebabkan mual dan muntah ialah masuknya bagian- bagian vilus kedalam peredaran daah ibu,perubahan endokrin misalnya hypoungsi kortek gl supra renalis,perubahanmetabolik dan kurangnya pergerakan lambung.
Tetapi bagaimana reaksi seorang wanita terhadap kejadian – kejadian tersebut diatas,tergantung pada kekuatan jiwanya dan bagaimana penerimaan ibu itu terhadap kehamilannya.
Pad hyperemisis yang berat dapat diketemukan nekrosa dibagian central lobulus hati atau degenerasi lemak pada hati .
Kelainan ini disebabkan oleh kelaparan bukan oleh adanya toxin –toxin. Mungkin juga kelainan degeneraatip pada ginjal.
Secara pendek etiologi belum jelas tetapi faktor fsikis sangat mempengaruhi penyakit ini.
Gejala –gejala
Gejala yang khas
– Muntah yan hebat
– Haus
– Dehidrasi
– Berat badan turun
– Keadaan umum turun
– Kenaikan suhu
– Icterus gangguan cerebral ( kesadaran menurun, delirium )
– Laboratorium : protein, aceton, urobilinogen, phorphyrin, dalam urine bertambah , silinder ( + ).
Penyakit biasanya mulai minggu ke 6 dan baik sendiri sekitar minggu ke 12 .pada bentuk yang ringan pasien akan merasa mual atau muntah pada pagi hari saja, tengah hari sudah biasa kembali,maka penyakit ini disebut morning sickness.keadaan ini tidak mempengaruhi keadaan umum penderita .
Pada bentuk yang lebih berat, mual dan muntah berlangsung sepanjang hari, tetapi hilang dengan tiba –tiba dalam 1-3 minggu . Akan tetapi beberap diantara pasien terus muntah kadang –kadang 4-8 minggu, hingga kehilangan berat 5-10 kg.
Diagnosa
Biasanya tidak sukar dan didasarkan atas mual dan muntah pada orang yang hamil muda. Radang usus dan hepatitis pada orang hamil harus dikesampingkan.mual dan muntah pada tri wulan ke II atau III disebabkan oleh faktor – faktor lain.
Terapi
Penderita dengan mual dan muntah yang ringan, dianjurkan makan porsi kecil,tidak usah dianjurkan makanan tertentu yang kita anggap sehat , makanan yang diterima dan masuk adalah makanan yang terbaik.makanan yang berlemak dilarang karena pada umumnya menyebabkan mual.makanan ini diselingi oleh makanan kecil berupa biscuit, roti kering dengan the, sebelum bangun tidur,pada siang hari dan sebelum tidur.
Biasanya diberi vitamin, dan yang paling sering digunakan adalah :
– Vit B6 ( pyridoxin ), vit B1, vit B complek
– Vit C
– Cloropromazin yang itdak hanya menenangkan jiwa tapi juga bersifat anti muntah
Secara praktis yang paling memuaskan adalah :
– Phenothiazine ( sedatif )
– Desoxycorticosteron
– Vit B6
Pengobatan di RS
Yang menjadi pegangan untuk memasukkan pasien ke RS adalah :
– Segala yang dimakan dan yang diminum dimuntahkan, apalagi kalau sudah berlangsung lama.
– Berat badan turun lebih dari 1/10 dari berat badan normal.
– Turgor kurang, lidah kering
– Adanya aceton dalam urine
Terapi di RS bertujuan untuk
– Mengatasi dehidrasi dengan pemberian infus
– Mengatasi kelaparan dengan pemberian glucose dengan infus atau makanan dengan nilai kalori tinggi dengan sonde hidung juga diberi vitamin –vitamin yang cukup
– Mengobati neurose dangan psikoterapi sedativa dan isolasi.

Penderita sedapatnya diletakkan dalam kamar tersendiri yang tenang dan bebas dari bau – bau ,tamu – tamu sementara dilarang.
Setelah 24 jam dicoba roti kering atau biscuit sedikit setiap 2-4 jam .juga minuman diberikan tiap 2 jam tapi sekali minum tidak boleh melebihi 100 cc, the panas sangat baik.
Jika pasien tidak muntah, berangsur-angsur makan dan minum ditambah hingga ia dapat makanan yang lunak dengan nilai kalori tinggi dan yang banyak mengandung vitamin.
Cairan infus berangsur – angsur dikurangi sesuai dengan kesanggupan pasien untuk makan dan minum .jika pasien dengan usaha diatas masih muntah,maka makanan yang iberikan melalui sonde hidung.
Jika keadaannya terus mundur maka timbul gejala – gejala yang memaksa kita untuk mempertimbangkan abortus therapeutcus .
Gejala – gejala tersebut ialah :
– Icterus
– Delireum atau coma
– Nadi yang naik berangsur –angsur sampai diatas 130 / menit.
– Demam diatas 38º C
– Perdarahan dalam retina
– Uraemi,proteinuria,silinder, yang merupakan tanda- tanda intoksikasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s