pelajaran bahasa inidonesia 2

POLA STRUKTUR KALIMAT
A. Pengertian kalimat
Kalimat adalah kesatuan bahasa yang di dahului dan di akhiri oleh kesenyapan dan susunan kata, sedangkan pola kalimat adalah aturan-aturan yang menjadi pedoman untuk menyusun suatu kalimat.
Pola kalimat dalam bahasa Indonesia terbagi menjadi dua bagian yaitu :
1. Pola utama.
Pola utama adalah semua bentuk pola kalimat yang belummengalami perkembangan dan variasi, yang termasuk pola utama adalah :
Subjek – prediket. ( SP ) Contoh : Kelas tu bersih.
S P
 Subjek – Prediket – Objek ( SPO ).
Contoh : Ani membeli pena.
S P O
 Subjek – Prediket – Keterangan ( SPK ).
Contoh : Ayah naik haji tahun ini
S P K
 Subjek – Prediket – Objek – Keterangan (SPOK ).
Contoh : Ibu membeli sayur di pasar.
S P O K
2. Pola tambahan.
Pola tambahan adalah semua bentuk pola kalimat yang merupakan hasil pengembangan dari pola utama.
Yang termasuk pola tambahan adalah :
 Subjek ( S ) Contoh : Wali murid
S
 Prediket ( P ) Contoh : Membawa
P
 Objek ( O ) Contoh : Buku tulis
O
 Keterangan ( K ) Contoh : Di sekolah
K
 Prediket – Subjek ( K ).
Contoh : Tinggi benar pohon itu.
P S
 Keterangan – subjek – prediket ( KSP )
Contoh : sejak dua hari yang lalu adik sakit
K S P
 Subjek – objek – prediket ( SOP )
Contoh : Buku itu aku beli
S O P
 Subjek – keterangan – prediket ( SKP )
Contoh : Andi sejak kecil suka membaca
S K P
 Prediket – keterangan – subjek ( PKS )
Contoh : pergi sejak kemarin ibu Ani
P K S
 Prediket – objek – keterangan ( POK )
Contoh : memasak air didapur
P O K
B. Unsur-unsur kalimat
Unsur kalimat dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Kalimat Mayor.
Adalah kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri atas subjek (S) dan unsur prediket (P).
Contoh : pertandingan itu sangat menegangkan
S P
2. Kalimat Minor.
Adalah kalimat yang tidak mungkin dibagi atas dua bagian seperti kalimat mayor.
Contoh : merdeka atau mati.
C. Kalimat majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang mengandung dua atau lebih pola kalimat.
Cirri-cirinya kalimat majemuk adalah :
1. Ada penggabungan atau perluasan kalimat-kalimat inti.
2. perluasan meghasilkan pola kalimat baru.
3. ada perubahan penghentian dalam intonasi.
4. mempunyai S dan P lebih dari sebuah.
Contoh : kami / menonton / mereka / sedang bertanding.
S P S P
Kalimat majemuk dapat dibagi atas :
 Kalimat majemuk setara.
Kalimat majemuk setara terdiri atas :
a. kalimat majemuk setara menggabungkan.
Contoh : kakak pergi kesekolah dan ibu pergi kepasar
S P K S P K
b. Kalimat majemuk setara memilih.
Contoh : kita istirahat dulu disini atau kita
S P K S
c. Kalimat majemuk setara berlawanan.
Contoh : adiknya pintar tetapi kakaknya bodoh
S P S P
d. Kalimat majemuk setara sebab akibat.
Contoh : dia terlambat disekolah karena jalan
S P K S
 Kalimat majemuk rapatan.
Contoh : rumah itu besar dan indah
S P P
 Kalimat majemuk bertingkat.
Adalah kalimat tunggal yang bagian-bagiannya diperluas. Bagian yang diperluaskannya itu membentuk kalimat baru yang disebut anak kalimat, sedangkan kalimat yang tetap, menjadi induk kalimat.
Contoh : aku tidak dapat membelikan karena belum menerima gaji
Induk kalimat Anak kalimat
Ketika ayahnya datang, andi sedang membaca buku
Induk kalimat Anak kalimat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s