MTQ Ke-40 Tingkat Provinsi Jambi

Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial, MS mengemukakan kegiatan rutin tahunan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tidak hanya memiliki satu atau dua makna melainkan segudang makna demi kemaslhatan umat di muka bumi ini. Inilah petikan sambutan Bupati Tanjung Jabung Barat yang disampaikan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Drs. H. Kosasih pada acara Penyambutan Kafilah dari Kabupaten/Kota Provinsi Jambi MTQ ke-40 Provinsi Jambi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat “Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan”, Sabtu 1 Mei 2010. “MTQ mempertemukan para peserta, dalam hal ini para kafilah dari 11 Kabupaten/Kota se Provinsi Jambi untuk saling berkompetisi meraih hasil terbaik.
Namun, makna MTQ, bukan sekadar kalah menang, hakikat MTQ adalah bagaimana umat Islam memahami Al Qur’an dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Diwansyah masih dalam sambutan Bupati. Menurutnya, MTQ juga dapat dimaknai sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah, saling kenal dan saling mempelajari kelebihan masing-masing cukup penting dilakukan demi membangun kebersamaan sebagai salah satu modal pembangunan. “Layaknya lomba, MTQ tingkat kecamatan Tanjung Jabung Barat Ilir yang tentu saja akan diwarnai persaingan menjadi yang terbaik. Arti pentingnya, melalui ajang ini, kita dapat menyusun kafilah yang akan berlaga pada MTQ ke-40 tingkat Provinsi Jambi”, tuturnya di hadapan para kafilah dari Kabupaten Merangin dan Kabupaten Sarolangun.

Bupati mengingatkan agar tidak terbelenggu persoalan menang-kalah, karena harus disepakati bahwa yang terbaiklah yang akan keluar sebagai juara dan berhak membawa nama Jambi di kancah yang lebih tinggi. Dibagian lain, dikatakan juga bahwa ajaran Al Qur’an mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari tata cara beribadah, bernegara, berbangsa dan bermasyarakat, hingga aspek penegakan hukum, akhlak dan moral. “Termasuk juga urusan perdagangan, politik, pendidikan, pergaulan dam sebagainya. Untuk itu, umat Islam saya ajak senantiasa mempedomani Al Qur’an karena hanya dengan cara itulah akan terbentuk manusia beriman, bertaqwa, menjunjung tinggi supremasi hukum, menjauhi kekerasan, memelihara silaturahmi dan persaudaraan serta mengedepankan kerukunan antar sesama”, pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s